Pentingnya Ilmu Marketing untuk Mengembangkan Bisnis Anda, Interview dengan DR Iin Mayasari

Pada Podcast Episode ke 35 ini, Marketing Supercamp berbincang dengan salah seorang pakar marketing, Bu DR Iin Mayasari. Bu Iin adalah dosen ilmu bidang marketing di Universitas Paramadina. Telah menulis banyak buku dan riset tentang marketing. Salah satu bukunya telah terbit pada situs nulisbuku.com dengan link nulisbuku.com/books/view_book/67…oretis-dan-praktis

DR Iin Mayasari

Dalam interview ini Bu Iin menjelaskan mengapa setiap entrepreneur dan professional sales perlu mempelajari ilmu marketing, bagaimana agar kita tidak terjebak pada perang harga. Bu Iin juga menjelaskan dengan komprehensif tentang marketing myopia, satu penyakit marketer yang sangat mematikan masa depan bisnis apapun itu.

 

1. Bu Iin, mungkin bisa menyapa pendengar kita dan sedikit cerita tentang ibu dan bagaimana mendalami ilmu marketing ini.

Halo pemirsa semuanya, selamat datang di Marketing SuperCamp. Mendengar kata SuperCamp mengingatkan pada sebuah aktivitas belajar dengan suasana menyenangkan yang dapat membuat kita semangat belajar dan mendapatkan banyak hal baru. Berarti dengan mengikuti SuperCamp ini, kita semua akan terus senantiasa menjadi insan pembelajar dengan semangat untuk mendapatkan hasil terbaik dan menjadikan hidup lebih bermakna baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar kita.

 

 

Saya adalah dosen dengan bidang Ilmu Pemasaran dan Perilaku Konsumen di Universitas Paramadina. Riset penelitian saya banyak terkait dengan aspek perilaku konsumen, dan studi kasus terkait dengan start-up business serta kemitraan. Mempelajari pemasaran dan perilaku konsumen merupakan hal yang menarik dalam kehidupan saya karena pemasaran dan perilaku konsumen merupakan bagian kehidupan sehari-hari. Pemasaran tidak bisa dilepaskan dari kehidupan kita, karena sejak kita bangun tidur sampai mau tidur, kita tidak bisa lepas dari produk atau jasa yang ditawarkan oleh pemasar. Kegiatan yang kita lakukan dari bangun tidur dan mau tidur, juga merupakan bentuk pembuatan keputusan konsumen yang dipengaruhi oleh aspek internal dan eksternal diri kita.

Mendalami ilmu marketing dan perilaku konsumen dilakukan melalui pendidikan formal saya di UGM. Namun demikian, mendalami ilmu tersebut diperkuat dengan menulis studi kasus buku, melakukan penelitian dan tentu saja juga melakukan pengajaran melalui pemberian contoh-contoh terkini.

 

2. Bu Iin, pendengar podcast Marketing SuperCamp sebagian besar adalah para entrepreneur yang baru merintis bisnis mereka atau sales profesional yang bertugas menjual produk atau jasa perusahaan tempat mereka bekerja. Apakah ibu bisa memberikan pandangan bagaimana agar mereka eksis ditengah persaingan yg berat sekarang, baik persaingan dengan korporasi besar maupun sesama segmen mereka tersebut.

Tantangan untuk para entrepreneur yang baru merintis bisnis atau sales forces saat ini agar eksis di tengah persaingan berat dengan perusahaan maupun sesama pemain dalam skala yang sama adalah:

  • Tidak ada konsumen yang merupakan target market anda memiliki loyalitas yang baik atau tunggal. Artinya, sebagus produk atau jasa yang anda tawarkan kepada mereka, mereka tetap berkeinginan untuk mencoba produk atau jasa lain. Mereka memilik purchasing power lebih baik. Selain itu adanya, dukungan internet memudahkan mereka untuk mencari alternatif lain sehingga bisa memudahkan mereka untuk menentukan preferensi lain. Oleh karena itu, pemasar bisa memberikan solusi one stop shopping sehingga mereka tidak mudah berpindah ke penawaran lain.
  • Preferensi konsumen cenderung heterogen dengan skala lebih kecil. Artinya, banyak keinginan konsumen yang berbeda satu sama lain. Hal ini menjadi tantangan bagi perusahaan karena perusahaan tentunya memperhatikan skala ekonomis atau bisnis yang dimiliki untuk bisa memiliki keuntungan untuk menggarap pasar yang sangat beragam. Selain itu, perusahaan perlu memonitor dan berupaya terus menerus untuk memperhatikan perubahan dalam pasar. Tentu saja, ini perlu didukung dengan kompetensi dan modal yang cukup dari perusahaan. Kalau itu sales force tentu saja, mereka harus memahami keinginan konsumen yang beragam dan perlu menguatkan kemampuan untuk memiliki empathy dan memberikan perhatian kepada konsumen.
  • Penggunaan teknologi internet mau tidak mau harus diperkuat dalam perusahaan, bahkan untuk perusahaan kecil atau sales force. Mereka bisa memonitor perilaku konsumen dan bisa membangun relasi dengan konsumen setiap saat. Teknologi internet ini bisa dijadikan media untuk berkomunikasi dengan konsumen. Selain itu, perusahaan perlu memperkuat website perusahaan untuk melakukan update informasi kegiatan perusahaan dan memberikan media untuk berinteraksi dengan konsumen. Perusahaan juga bisa memperkuat database konsumen sehingga profil konsumen bisa diketahui secara terus-menerus.

 

3. Apa masalah marketing dan penjualan yang paling besar dihadapi setiap bisnis saat ini?

  1. Perusahaan cenderung mengikuti trend yang ada, tanpa memperhatikan aspek visi dan value chain yang dimiliki oleh perusahaan. Trend memang sebagai aspek eksternal perusahaan. Pemahaman pada aspek eksternal perusahaan menjadi sesuatu yang penting dalam merumuskan strategi pemasaran. Apa yang sedang terjadi di luar perusahaan menjadi pertimbangan untuk perumusan strategi pemasaran yang lebih baik agar bisa menyesuaikan dengan tuntutan pasar. Perusahaan tidak boleh menutup mata dengan perkembangan yang cepat di luar. Kemampuan perusahaan untuk cepat mengembangkan strategi pemasaran dengan mengadaptasi apa yang sedang “in” menjadikan perusahaan memperoleh keuntungan dalam jangka pendek yang cukup tinggi dan cepat. Namun, tidak semua hal yang berkaitan dengan sesuatu yang menjadi “in” di luar diikuti oleh perusahaan. Hal ini harus dikembalikan lagi pada aspek internal perusahaan yaitu apakah perusahaan memiliki sumber daya yang cukup untuk bisa mengikuti tuntutan pasar atau tidak? Selain itu, adaptasi perkembangan yang sedang “in” ini harus disesuaikan dengan strategi utama dan kemampuan internal perusahaan termasuk visi dan misi perusahaan. Untuk memahami fad atau trend, perlu dipahami bahwa apakah dengan mengadopsi yang sedang “in” memberikan kepuasan yang lama atau sementara. Apabila sementara, maka yang sedang “in” hanya sekedar fad, begitu sebaliknya. Kepuasan konsumen disebabkan oleh kemampuan perusahaan untuk menawarkan produk atau jasa sesuai dengan kebutuhan dan keinginan.
  2. Kemampuan perusahaan untuk terus berinovasi. Pemasaran dan penjualan merupakan aspek penting sebagai garda depan, namun program ini akan sukses kalau didukung oleh internal perusahaan. Perusahaan dengan sistem kerja dan kepemimpinan yang memiliki orientasi untuk melayani konsumen dengan baik, akan terus mengupayakan inovasi produk. Hal ini agar dapat memenuhi kebutuhan konsumen dengan baik.
  3. Pengelolaan merek yang baik. Setiap perusahaan memahami bahwa adanya kemampuan yang kurang lebih sama dalam menawarkan produk. Banyak produk yang ditawarkan memiliki value proposition yang bisa saja sama, namun, perlu penguatan merek agar memiliki positioning yang jelas. Artinya, jangan sampai perusahaan dipersepsi oleh konsumen memiliki produk atau jasa yang sama dari pesaing yang lain, alias sama saja. Hal ini perlu dikuatkan positioning atau cara mengkomunikasikan produk atau jasa kepada konsumen sebagai target konsumen.

 

4. Bagaimana cara para entrepreneur muda itu dan para sales profesional muda dapat mendapatkan kompetensi marketing yang mereka butuhkan? Sumber apa yang paling tepat untuk mereka belajar?

Sumber belajar yang tepat adalah diri kita sendiri dengan cara pertama, kuatkan kemampuan dan keahlian anda pertama kali adalah menguatkan emotional bonding, empathy dan care pada orang lain karena hal ini penting untuk membangun relasi pertama kali dengan konsumen. Memberikan perhatian pada orang-orang di sekitar kita merupakan langkah awal yang baik untuk membangun hubungan ke depan. Kedua, melatih kemampuan mendengar orang lain.

Sumber kedua, adalah tentu saja belajar secara teoretis dan pakar sekaligus terjun langsung. Belajar yang bersifat secara terus menerus.

 

5. Apa bentuk kesalahan dalam mengelola marketing dan penjualan yang paling sering ibu temukan dilakukan para pelaku usaha.

Perusahaan cenderung terjebak dalam marketing myopia. Marketing myopia merupakan kondisi perusahaan terjebak dalam ketidakmampuan perusahaan untuk memahami persaingan yang ada sekaligus ketidak mampuan dalam memahami pesaing yang ada. Perusahaan tidak mampu memahami memilih bisnis yang akan dijadikan usaha. Perusahaan cenderung untuk membuka usaha sekedar ikut-ikutan dengan usaha pesaing yang sudah ada tanpa memperhatikan kemampuan dan tujuan utama pelaksanaan usaha bisnis. Perusahaan juga memandang persaingan cenderung sempit, yang sifatnya head to head.

Perusahaan cenderung terjebak dalam kompetisi harga atau perang harga. Hal ini dianggap sebagai cara yang mudah mengikuti usaha bisnis.

Perusahaan cenderung mudah puas dan tidak mau belajar.

Perusahaan cenderung menganggap bahwa usaha yang dilakukan sudah paling maksimal.

 

6. Apakah ada startup atau professional marketer yang dapat kita jadikan contoh pembelajaran? Dan mengapa mereka ibu anggap layak dicontoh?

Contoh perusahaan start-up sukses yaitu Gojek, alasannya: Ada pemimpin yang memiliki visi ke depan untuk memahami peta persaingan dan bisnis. Selain itu didukugn dengan kemampuan teknis dan teori sebagai dasar keilmuan. Mampu memanfaatkan bisnis yang sudah dengan mensinergikan penggunaan digital atau teknologi internet. Menghindari terjebak dalam marketing myopia. Artinya, peta persaingan go jek bukan peta persaingan ojek. Namun, gojek bergerak dalam usaha untuk memberikan kebutuhan konsumen. Dengan demikian, banyak jasa yang ditawarkan oleh gojek.

 

7. Ibu bisa ceritakan tentang buku marketing terbaru yang ibu tulis

 

Perilaku Hedonis: Pandangan Teoretis dan Praktis

Buku Perilaku Hedonis ini merupakan buku ketiga yang ditulis berdasarkan pengalaman dalam mengajar, melakukan penelitian, dan observasi terhadap lingkungan sekitar terkait dengan perilaku berbelanja saat ini. Buku ini bercerita tentang perilaku konsumen terkini terkait dengan keinginan untuk membeli produk di luar dari kebutuhan utama seorang konsumen.

Konsumen bisa membeli produk untuk pemenuhan aspek kesenangan, mendapatkan pengalaman, atau sensasi. Dalam kehidupan sehari-hari, konsumen bisa dihadapkan dalam dua sisi yaitu menguatkan otak kanan dan otak kiri. Otak kanan lebih menonjolkan dimensi hedonisme sedangkan otak kiri mengutamakan aspek utilitas dan rasionalitas. Perilaku hedonis sebagai bentuk pembuatan keputusan yang lebih memuaskan hasrat di luar pemenuhan kebutuhan-kebutuhan utama.

Terlepas berbagai pengaruh yang ada, konsumen memang pada titik tertentu membutuhkan untuk memiliki atau membeli produk yang bisa menciptakan kebahagiaan dalam diri sendiri. Apalagi faktor kemampuan dalam membeli, maka akan memudahkan konsumen yang menyukai pembelian produk-produk di luar pemenuhan kebutuhan utama.

Perilaku hedonis, tidak selamanya dikatakan negatif, aspek positif juga mewarnai perilaku ini. Penulisan buku ini tetap mengunakan kerangka pembahasan pembuatan keputusan yang didasarkan baik dari aspek eksternal dan internal. Aspek eksternal ini terkait product, price, place, promotion, kartu kredit, dan faktor sosial sedangkan aspek internal ini terkait dengan faktor demografi dan psikologi. Kedua aspek ini diimplementasikan untuk menjelaskan terbentuknya perilaku hedonis.

 

8. Bagaimana kesibukan mengajar di kampus sekarang? Dan bagaimana program-program di kampus yang mungkin bermanfaat untuk para entrepreneur dan marketer?

Sejauh ini menguatkan dalam bentuk kuliah formal yang diadakan pada stiap program studi. Kegiatan lain yaitu entrepreneur day untuk memberikan wadah bagi mahasiswa untuk berlatih dalam kegiatan entrepreneur. Universitas berencana untuk bekerja sama dengan HIPMI dalam memberikan wadah UKM agar berlatih dalam kegiatan entrepreneur dengan bimbingan dari HIPMI. Mengundang para pelaku bisnis sukses dalam kegiatan sharing knowledge, dan seminar.

 

9. Terimakasih Bu Iin atas diskusi yang menginspirasi ini, bagaimana para pendengar dapat menghubungi untuk belajar atau berkonsultasi lebih lanjut ke Bu Iin

Saya bisa dihubungi di 081328004587 baik sms maupun WA. Facebook: iin.krisnaadi.

 

Beberapa link untuk mempelajari lebih lanjut topik bahasan bersama DR Iin Mayasari:

Link buku DR Iin Mayasari, http://nulisbuku.com/books/view_book/6712/perilaku-hedonis-pandangan-teoretis-dan-praktis

Website kampus Universitas Paramadina di mana DR Iin Mayasari mengajar: http://paramadina.ac.id

 

Berikan komen di bawah ini, bagaimana Anda akan meningkatkan ilmu marketing lebih lanjut?

One thought on “Pentingnya Ilmu Marketing untuk Mengembangkan Bisnis Anda, Interview dengan DR Iin Mayasari

  1. Halo pak teddy, saya adalah pendengar podcast yang baru saja bergabung, penasaran dan setelah mendengar saya langsung tertarik dengan Topik yg d angkat jadi saya ingin berlangganan untuk meningkatkan kemampuan diri saya 🙂

    Saya berkunjung juga ke website ini karena saya penasaran, pada saat mendengar podcast Episode ke 35, dengan narasumber bu IIN, beliau sempat membahas perihal BlitzMegaplex, saya hanya penasaran apa yg d bahas oleh beliau, boleh minta link untuk dipelajari lebih lanjut pak??

    Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *