7 Mindset Meningkatkan Penjualan Bisnis Anda

Biasanya orang sales atau pemimpin tim sales, tiap akhir bulan atau akhir tahun selalu was-was dengan pencapaian target.

Perasan was-was ini muncul karena orang sales harus memegang teguh janji untuk mencapai target, kuota, business point, atau apapun namanya.

Tentu perasaan was was itu tidak salah. Namun membawa perasaan was was itu dalam proses penjualan hanya akan memperburuk situasi.

Penjualan itu adalah transfer of feeling, sehingga saat perasaan kita was-was maka komunikasi kita kepada prospek pun akan diwarnai oleh suasana was was dari dalam hati kita.

Tanpa disadari, kita akan menjadi terburu-buru, mendikte customer, atau bersikap memaksa customer. Situasi itu tentu tidak baik bukan?

Kita orang sales dan timnya harus punya mindset yang benar agar proses sales menjadi menyenangkan untuk kita dan tim.

Tanpa mengubah mindset ini kita dan tim sales akan jatuh pada situasi yang menegangkan dan akhirnya mengganggu pencapaian target. Tujuh mindset ini yang harus diubah setiap orang sales untuk melipatgandakan penjualannya.

1. Kepercayaan Yang Paling Utama

Ya, kepercayaan kepada kita yang harus dibangun pertama kali. Customer membeli bukan semata karena produk, atau karena penjelasan kita.

Mereka membeli, karena mereka percaya kita. Siapa yang berani/mau membeli pada orang yang tidak dia percaya? Bisa jadi dia khawatir tertipu karena barang palsu, atau harganya tidak pantas, atau sekedar merasa tidak nyaman.

Membuat tim Anda yakin bahwa kejujuran dan integritas mereka di atas hal lain, akan membuat customer nyaman mereka layani. Hasilnya mereka pun lebih nyaman membeli dari tim Anda.

2. Sales professional adalah problem solver

Kita bukan orang yang profesi yang menggunakan segala cara, apalagi manipulatif, agar customer membeli pada kita. Kita tidak patut menjual sesuatu pada orang yang kita yakin mereka tidak butuh.

Profesi kita menjadi berharga ketika kita mampu mengidentifikasi kebutuhan atau problem customer dan memberikan solusi terbaik dari produk atau jasa kita.

3. Caring (perhatian) pada orang lain dan kebutuhannya.

Tidak ada yang suka orang yang egois, apalagi sales yang egois. Saat menjual, kita sebenarnya sedang membantu customer menyelesaikan masalahnya.

Saat menjual itu, yang fokus yang terpenting adalah kebutuhan customer. Banyaklah bertanya daripada hanya membombardir customer dengan penjelasan.

Tanyalah perasaan mereka tentang produk yang ditawarkan, ketimbang memaksa mereka menerima semua kelebihan yang ada di produk Anda. Tanyalah apakah mereka punya pengalaman sebelumnya terkait produk yang ditawarkan itu.

Anda akan segera menemukan situasi lain begitu fokus perhatian menjadi customer atau kebutuhannya, dan bukan soal target sales Anda.

Training Meningkatkan Penjualan
Menularkan Semangat Menjual

4. Passion pada produknya.

Menjual itu mentransfer passion dan feeling terhadap produk kita kepada customer. Kalau kita tidak passion terhadap produk kita, bagaimana mungkin bisa mengharap customer punya passion pada produk kita.

Kenali produk kita sebaik-baiknya, sedetail-detailnya, dan selengkap-lengkapnya. Bila bisa digunakan, gunakanlah produk itu dalam keseharian kita. Baca lebih lanjut tentang memahami produk di posting: Memahami Produk Anda.

Banggakanlah produk itu di manapun kita berada. Bila passion tim sales untuk produk kita sudah ada, mereka akan mampu mentransfernya pada customer.

5. Jam kerja tidak terpaku 8 – 5.

Seorang pakar penjualan mengatakan suspect banyak beredar di jam kerja normal 8.00 – 5.00. Sedangkan prospect justru muncul di luar jam kerja normal itu.

Kadangkala pagi-pagi sekali sebelum mereka ke kantor, atau malam hari saat orang-orang sudah pulang bekerja. Mengapa?

Karena banyak orang butuh proses berpikir untuk membuat keputusan membeli. Dan waktu terbaik mereka bisa memutuskan adalah saat mereka terbebas dari pekerjaan atau masalah keseharian mereka.

6. Sales adalah proses.

Proses menjual bukanlah sulap atau sirkus. Tidak mungkin mengharapkan hasil sales sebagai suatu keajaiban. Atau, mengharapkan hasil sales menjadi spektakuler tanpa sebab yang logis.

Tentu saja ada unsur rezeki dan takdir Yang Maha Kuasa, tapi proses adalah bagian dari ikhtiar dan logika yang juga memegang peran penting.

Proses harus dipersiapkan dengan baik dan dilakukan dengan baik. Fakta-fakta menunjukkan, hasil tidak pernah mengkhianati usaha.

Hasil yang baik selalu mengikuti proses yang dilakukan dengan baik.

7. Mempelajari Jejak Sukses Penjual Hebat Lainnya

Produk, kemasan, harga, cara membayar, tempat, waktu, dan cara kita berkomunikasi semuanya penting dalam penjualan. Ada yang sangat menentukan dalam proses penjualan ada pula yang kurang menentukan.

Tidak semua hal dalam penjualan harus kita ciptakan sendiri. Banyak yang bisa kita tiru. Setiap orang sales harus mempelajari apa yang bisa membuat sukses atau tidak dalam proses menjualnya.

Setiap sukses pasti meninggalkan jejak, tugas kitalah mencari jejaknya. Bila ada organisasi lain, produk lain, atau sales lain yang sukses penjualannya tugas kita mengamati, mempelajari, meniru atau memperbaikinya.

Yuk ubah mindset untuk mengubah hasil penjualan kita jadi berlipatganda dan belimpah ruah.

Penutup

Tanpa mengubah midset, maka hasil penjualan kita akan kurang-lebih sama dengan hasil sebelumnya. Karena, mindsetlah yang memprogram cara kita bekerja. Untuk mengubah hasil, maka ubahlah mindset.

Selain perubahan mindset, mungkin perlu juga menerapkan strategi lainnya. Dan salah satu strategi yang harus Anda lakukan tahun ini adalah Strategi Digital Marketing.

3 thoughts on “7 Mindset Meningkatkan Penjualan Bisnis Anda

  1. Siap dilaksanakan dan dijalani dengan baik.
    Semoga dengan ilmu yg dibagikan ini menjadi modal untuk menambah penjualan kita,, aamiin

  2. Terima kasih sudah share yg telah saya baca semua akan jadi ilmu yg berharga dan menambah wawasan kita seorang marketing untuk kita menjadi marketing yng handal percaya diri dan bisa menjadi yg terbaik untuk bisa berbisnis dalam berjualan produck

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *