Mengenal Customer Untuk Mencari Jawaban Mengapa Menjual Menjadi Lebih Sulit

Seperti Anda, saya, dan sebagian besar orang saat ini, para customer kita sangat terkoneksi dengan berbagai sumber informasi. Baik itu situs media online, blog, portal berita, dan media sosial yang mereka ikuti. Lewat media online itulah mereka mendapatkan informasi tentang semua hal. Termasuk produk yang ingin mereka beli. Apakah produk ini bagus atau tidak, apakah penyedia jasa atau penjualnya terpercaya atau tidak.

Super connected, hanyalah satu karakteristik dari customer di jaman sekarang. Para marketer menyebutnya customer 2.0*.

Ciri kedua customer 2.0 adalah mereka sangat sibuk. Bahkan super sibuk. Sejak pagi mereka telah berada di perjalanan menuju kantor atau tempat bisnis mereka. Mereka menembus macet berjam-jam untuk sampai di kantor. Di mana, mereka telah ditunggu oleh jadwal rapat, kunjungan, video conference dan agenda lain yang bertumpuk-tumpuk. Semua itu harus mereka lakukan untuk menjalani tuntutan tugas dan tuntutan customer yang makin berat.

Tidak sedidkit pula dari mereka yang memiliki karir ganda, baik sebagai mahasiswa, pekerja freelance di kantor lain, entrepreneur, mompreneur, pelaku MLM, atau jenis-jenis wirausaha lainnya. Lengkapkah super sibuk mereka.

Ciri yang ketiga, adalah mereka sangat independen. Artinya mereka tidak ingin tergantung pada satu produk atau satu pihak penjual. Mereka bisa mengakses informasi atau jaringan distribusi yang mereka sukai. Mereka bisa membeli barang dari merk yang mereka sukai. Jadi, hampir tidak mungkin memaksa mereka menyukai sesuatu kecuali mereka secara sukarela menyukainya.

Ciri yang keempat, adalah mereka sangat mempercayai advice dari teman-teman atau orang yang dianggap kredibel. Orang ini bisa saja teman di kantor, di sekolah, atau sekedar pertemanan di medsos. Belum lagi sekarang banyak sekali review tentang barang atau jasa yang dilakukan para blogger. Banyak produk yang meledak omzetnya setelah mendapat review positif dari netizen. Tapi, ada juga produk yang langsung anjlok penjualannya setelah review buruk.

Ciri yang kelima, begitu seorang customer 2.0 menyukai produk atau jasa Anda, mereka akan segera membelinya. Bahkan, mereka mau barang itu sekarang. Pembayaran dan transportasi tidak menjadi kendala. Ada transfer via internet banking yang memungkinkan kita menerima uang pembelian segera, dan ada jasa kurir yang memungkinkan kita untuk mengirimkan barang pada hari itu juga.

Itulah sebagian ciri customer 2.0 yang harus kita hadapi. Yang harus kita dapatkan melalui marketing, dan memberikan penawaran kita kepada mereka. Agar kita dapat menjual sesuatu kepada mereka pada akhirnya.

Pertanyaannya adalah, bagaimana kita dapat menjangkau mereka? Agar mendapat trust dari mereka? Bagaimana agar penawaran kita masuk akal dan menarik bagi mereka? Bagaimana kita dapat melaksanakan jual beli agar menarik bagi mereka?

Ikuti terus podcast Marketing SuperCamp.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *