Menemukan Konsumen yg Paling Ideal

Banyak perubahan yang terjadi pada dunia marketing. Baik dalam hal cara-cara orang melakukan proses marketing maupun perilaku konsumen dalam merespon proses marleting. Karena itu, penting bagi kita untuk menyesuaikan diri dengan kondisi yang terjadi saat ini.
Salah satunya adalah soal pemahaman kita tentang marketing dan konsumen. Marketing telah mengalami pergeseran arti. Kita perlu mengartikan marketing sebagai menjaga relevansi produk kita bagi calon konsumen dalam hidup kesehariannya, sampai dia memutuskan membeli dari kita. Marketing berarti terus ada bagi konsumen sampai mereka percaya, mau dan mampu untuk membeli dari kita.

Kata kuncinya adalah menjaga relevansi bagi konsumen. Sebelum kita membahas bagaimana cara menjaga relevansi tersebut, kita perlu memahami terlebih dahulu siapa calon konsumen kita. Yaitu, siapa orang yang paling tepat untuk dilayani dengan produk kita.

Ada berbagai metode untuk melakukan analisa tentang konsumen. Namun, pada sesi ini kita akan bahas satu metode yang powerful, yang mudah kita gunakan dalam bisnis kita masing-masing.

Sebagai alat bantu mengenali konsumen, kita akan gunakan grafik berikut ini.

Alat utk Analisa Konsumen

 

Grafik ini adalah alat bantu yang dapat kita gunakan sebagai customer profiler. Grafik ini akan membantu kita memahami customer lebih mendalam, tidak hanya sekedar demografi nya seperti usia, gender, pendidikan, dan penghasilan. Tapi juga soal perilakunya, perhatiannya, dan keinginannya. Memahami hal-hal tersebut dari customer akan memperkuat rancangan marketing kita nantinya.
Begini cara menggunakan grafik customer profiler di atas.

Langkah Pertama
Lakukan brainstorming tentang potensi customer yang mungkin kita layani dalam segmen yang telah kita pilih (dapat dibaca kembali pada materi sesi sebelumnya). Bayangkan secara visual personnya bila calon kandidat tersebut memang nyata/sudah ada. Atau imaginasikan calon kandidat tersebut bila kita belum punya kandidat yang nyata. Pilih 3 orang kandidat yang paling memungkinkan dari orang-orang yang ada dalam segmen tersebut. Lalu pilih 1 orang dari 3 kandidat tersebut untuk kita jadikan contoh.

Langkah Kedua
Berikan nama pada 1 kandidat yang tadi Anda pilih. Mulailah memberikan profile demografi padanya, seperti: usia, status perkawinan, besarnya penghasilan, jumlah anak, pendidikan, jenis pekerjaan, tempat tinggal, lokasi bekerja, dan seterusnya.

Langkah Ketiga
Gunakan grafik customer profiler di atas untuk menjawab 6 pertanyaan berikut.

  1. Apa yang customer lihat? Ini akan menjelaskan apa yang dilihat customer dalam lingkungannya. Apa yang ada disekitarnya? Siapa saja temannya, Apa saja penawaran (terkait marketing) yang diterimanya setiap hari? Masalah apa yang dihadapinya?
  2. Apa yang customer dengar? Ini akan menjelaskan apa yang mempengaruhinya. Apa yang dikatakan teman-temannya atau pasangannya? Siapa yang benar-benar mempengaruhinya? Media apa yang menjangkaunya?
  3. Apa yang benar-benar customer pikirkan atau rasakan? Ini akan memberi gambaran apa yang ada dalam benak customer. Apa yang benar-benar menjadi perhatiannya? Apa yang menjadi kegelisahannya? Apa yang menjadi harapannya atau mimpinya?
  4. Apa yang dikatakan atau dilakukannya? Ini akan memberi gambaran bagaimana ucapannya atau perilakunya di masyarakat. Bagaimana sikapnya? Apa yang mungkin dikatakannya pada orang lain? Apakah ada konflik antara yang dia katakan dengan yang mungkin benar-benar dipikirkannya.
  5. Apa yang menjadi masalah customer? Apa yang menjadi problem beratnya? Apa yang menjadi hambatan antara dia dengan apa yang dia inginkan? Risiko apa yang dia khawatirkan saat ini?
  6. Apa keuntungan bagi customer? Apa yang sesungguhnya dia inginkan atau butuhkan? Bagaimana dia mengukur suksesnya? Pikirkan cara agar dia dapat mencapai tujuannya.

Enam pertanyaan di atas akan memberikan kita gambaran lebih jelas calon customer kita. Pemahaman itu akan penting menjadi bahan dasar untuk menyusun strategi marketing kita nantinya. Pemahaman itu juga memberikan kita manfaat besar lainnya, yaitu pandangan baru terhadap bisnis kita sendiri. Pandangan baru inilah menjadi inti terpenting yang membawa sukses bagi banyak bisnis yang menerapkan pola analisa customer di atas.

 

Bagaimana dengan Anda? Mau mencoba?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *