Marketing Online Yang Efektif

Marketing online adalah satu strategi untuk meningkatkan penjualan. Dan tidak bisa dilakukan asal-asalan. Perlu perencanaan dan strategi marketing yang benar sejak awal. Melakukan marketing online asal-asalan hanya akan buang waktu dan biaya. Padahal penjualan yang diharapkan tidak tercapai.

Kesalahan Strategi Marketing Online

Saya sudah buat posting dan website tapi mengapa marketing online saya belum menghasilkan?

Pernah mengalami hal yang seperti itu?

Setelah menjalankan marketing online ternyata tidak serta merta membuat penjualan meningkat. Bahkan ada bisnis yang tida menghasilkan penjualan sedikitpun dari marketing online nya.

Apa yang salah? Dan yang terpenting bagaimana mengatasinya?

Mungkin Anda melakukan beberapa kesalahan yang pernah kita bahas di artikel 5 Kesalahan Para Pemula di Dunia Intenet dan Bagaimana Strategi Mengatasinya. Nah dalam artikel ini saya ingin fokus pada bagaimana menyesuaikan topik content yang kita buat dengan tahapan membeli customer kita. Ini kita perlukan agar strategi marketing online kita efektif.

Kesalahan yang sering dilakukan internet marketer adalah tidak menyesuaikan topik konten mereka dengan tahapan konsumen dalam sales funnel.

Misalnya begini, di website si marketer memasang iklan harga di halaman yang dituju oleh pengunjung baru. Tentu saja ini tidak selaras dengan tahapan pengunjung pertama yang sedang/masih mencari-cari atau membandingkan informasi.

Isi konten harus sesuai dengan tahapan customer di dalam sales funnel.

Lalu bagaimana sebaiknya konten ini kita buat? Intinya jenis dan isi konten harus sesuai dengan tahapan customer di dalam sales funnel.

Tahapan pertama,

dimulai dari membuat calon pembeli tahu bahwa ada produk kita. Proses ini sering diistilahkan membangun awareness. Di sini juga penting menyampaikan pesan tentang problem apa yang dapat diselesaikan oleh produk kita. Saat para pengunjung ini tertarik pada produk kita, mereka berubah dari sekedar visitor menjadi prospect.

Pada tahap menarik visitor bisa kita gunakan postingan Facebook (baik berbayar maupun tidak), iklan di Google Ads, website, email, dan bahkan trafik dari kegiatan offline, dan referal.

Tahap kedua

terjadi setelah awareness calon pembeli terbangun mereka tahu bahwa produk kita ada. Mereka mulai melakukan pertimbangan atau consideration.

Mereka juga tahu problem mereka dapat diselesaikan oleh produk kita. Namun prospect belum memutuskan untuk membeli. Dalam tahap ini biasanya prospek masih mencari-cari informasi untuk lebih mengetahui masalah dan produk kita. Mereka juga mulai membanding-bandingkan produk kita dengan produk lainnya.

Pada tahap ini kita juga biasa menyebut prospect menjadi leads. Konten yang bisa kita gunakan untuk meyakinkan mereka misalnya adalah: case study, template, video demo, review, atau trial produk.

Tahap ketiga

adalah decision, yaitu saat mereka akan memutuskan untuk membeli pada kita. Bila mereka jadi membeli maka leads ini menjadi buyer. Pada tahap ini seharusnya leads kita sudah punya gambaran kuat tentang produk kita. Walaupun, mereka belum memutuskan untuk membeli.

Untuk meningkatkan keyakinan mereka menjadi keputusan membeli kita perlu memberikan informasi yang lebih lagi. Konten di sini bisa berupa: webinar, landing page pemesanan, tabel harga discount, live event, dan lainnya.

Internet marketing yang baik harus punya pola yang teratur.

Pola itu harus sesuai mengikuti proses sales funnel. Penting juga kita ingat bahwa setiap konten yang kita buat bukan hanya tentang kita atau tentang produk kita. Tapi tentang problem calon customer dan bagaimana kita bisa membantu mereka menyelesaikan problem itu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *