Ini Bukan Untukmu! Mengatasi Masalah Sepinya Perhatian Pada Produk Kita

Pernah kesulitan memasarkan produk? Sudah buat iklan atau sudah buat posting di iklan Facebook, iklan Instagram, dan media lainnya. Tapi kok tidak bisa mendapat banyak orang yang tertarik? Atau justru hanya menarik orang-orang yang berkomentar negatif pada produk itu.

Mungkin salahnya bukan di produk kita. Tapi masalahnya pada siapa orang yang kita pikirkan sebagai calon customernya. Kalau kita mentargetkan orang yang salah, maka iklan atau konten kita akan berakhir tanpa ada yang melihatnya.

Satu pertanyaan penting untuk produk kita. “Who’s it for”. Ini untuk siapa?

Dalam banyak seminar atau training yang diikuti pengusaha atau tim salesnya, saya sering bertanya: “Produk Bapak/Ibu untuk siapa?” Dan jawaban yang sering saya jawab: “Produk ini untuk siapa saja”.

Kalau kita menyebutkan “Produk ini untuk siapa saja”. Bisa dipastikan kita salah. Saat kita berpikir produk itu untuk siapa saja, ujungnya justru kita kesulitan mencari calon pembeli. Baik itu untuk kita sebagai audiens iklan atau untuk kita beri penawaran produk.

Tidak ada lho satu produk untuk siapa saja. Satu produk cocok untuk satu kelompok orang tapi tidak untuk kelompok yang lain. Sebut saja satu merek mobil Honda. Mobil ini terkenal dengan kenyamanan, mesinnya halus, dan sangat enak dikendarai. Mobil ini mungkin cocok bagi kita, tapi tetangga kita tidak cocok dengan Honda. Tetangga saya lebih cocok dengan mobil dari Toyota. Mengapa? Karena sparepart nya lebih murah, dan harga jualnya lebih tinggi.

Lain lagi soal kopi, teman kantor saya ada yang suka kopi tubruk, dibuat kental dan sangat manis. Kopi tubruk ini harus diseduh air yang panas sekali, baru mendidih kalau perlu. Ada lagi teman saya yang lebih suka kopi yang murni. Dia beli dalam bentuk biji utuh, lalu dia giling sendiri, dan diseduh sendiri. Air yang digunakan untuk menyeduhpun harus 90 derajat Celcius, tidak lebih dan tidak kurang.

Bukan cuma suka satu jenis kopi tertentu saja, masing-masing teman saya itu mencela jenis kopi yang tidak dia suka!

Begitu juga sikap customer pada produk kita! Ada yang sangat suka dengan produk itu. Baik itu bentukya, rasanya, aromanya, fungsinya, warnanya, harganya, apapun itu yang melekat pada produk kita. Tapi pasti ada juga yang tidak suka. Bahkan benci dengan produk kita.

Jangan anggap dunia akan kiamat gara-gara 1 orang mencela produk kita. Dijadikan evaluasi boleh. Tapi jangan buat panik, lalu mengubah semua strategi penjualan. Misalnya langsung banting harga, kasih diskon besar karena ada yang komen produk kita kemahalan. Atau langsung ubah spek produk karena ada yang komen tidak cocok. Dan seterusnya.

Yakinlah akan ada komentar negatif yang bisa diberikan untuk produk kita. Dan itu baik-baik saja.

Sesi Training Bersama Marketing SuperCamp

Menemukan profil kelompok orang yang cocok dengan produk kita seperti menemukan kunci nada pada satu lagu. Begitu kita sudah pada nada yang sama, maka setiap alat musik yang kita mainkan akan beresonansi. Ikut bergetar walaupun tidak dimainkan. Apa lagi kalau dimainkan dengan kunci nada yang sama tadi, akan terjadi jadi harmoni.

Seperti resonansi pada nada-nada suara, begitu juga kaitan produk dengan calon customernya. Fokuslah untuk mengetahui siapa yang menyukai produk kita. Fahami karakter mereka. Selanjutnya siapkan konten untuk menarik perhatian mereka atau mengedukasi mereka. Saya yakin produk Anda akan lebih mudah terjual kepada mereka.

Saya yakin teman-teman sering menghadapi komentar negatif untuk produknya. Mungkin di postingan Facebook, atau di tokonya. Ada yang selalu mencari salahnya produk kita, dan mereka tidak membeli juga. Kalau setelah diberikan edukasi dan informasi lengkap tentang produk masih juga negatif, jangan berlama-lama.

Maka untuk tipe orang seperti ini mudah saja jawabnya, “Ini bukan untukmu, ada produk yang lebih cocok untukmu di toko sebelah!”

Apa pendapat Anda, beri komen di bawah ini ya.


Inspirasi tulisan dari: This is Marketing, Seth Godin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *