Content Marketing Dan Mengapa Harus Menerapkannya Di Tahun 2019

Sadar atau pun tidak, kita makin tidak suka iklan! Mengapa begitu? Iklan itu mengganggu, tidak memnberi nilai apa-apa untuk kita, dan iklan menyita waktu. Karena itu, kita segera men-scroll halaman facebook kalau ketemu iklan.

Kita pun perlu memasang pop-up blocker, ads blocker, dan berbagai software di laptop kita agar iklan tidak muncul saat kita berinternet. Bahkan, kita lebih memilih menonton TV kabel yang berbayar biar gak ada iklan. Begitu juga kalau kita menonton TV, remote sudah siap di tangan kita. Begitu ada iklan kita segera memindahkan channelnya.

Hayo…siapa yang masih mau betah melihat iklan di TV atau banner iklan di PC?

Nah, kalau kelakuan kita begitu, maka begitu juga kelakuan audiens kita. Atau kelakuan target market kita. Iklan kita pun akan mengganggu mereka. Lalu, bagaimana dong kita memasarkan produk kita?

Jawabnya adalah content marketing! Dengan teknik ini, kita tidak menawarkan produk atau jasa kita kepada prospek. Tapi, kita memberikan mereka informasi yang relevan dan berguna untuk mereka. Ya, berguna untuk membantu menyelsaikan masalah yang mereka hadapi.

Dasar penerapan content marketing adalah sifat kita yang tidak suka dijualin, tapi kita suka mem beli. Benar kan? Kalau kita ditawarkn sesuatu yang kita anggap sebagai iklan maka indera kehati-hatian kita segera bangkit. Kita segera waspada dan bersiap menjadi kritis. Tapi, coba perhatikan saat kita mencari tau sendiri tentang produk dan kita suka, maka tanpa disuruh kita segera menekan tombol “Beli”!

Berikut ilustrasi dari Voltier Digital tentang perbedaan cara marketing tradisional dengan content (inbound) marketing.

  • Pertama, content marketing menekankan pada mendapat perhatian dan ketertarikan orang bukan lanngsung menjual. Sedangkan marketing tradisional fokus pada mendorong produk atau jasa kepada customern.
  • Kedua, proses komunikasi content marketing dua arah. Sedangkan marketing cara tradisional malakukan komunikasi satu arah saja.
  • Ketiga, pada content marketing prospek yang mendatangi Anda dari search engine, media sosial, website, youtube atau media lainnya. Sedangkan marketing tradisional mencari prospek lewat brosur, iklan TV, radio, banner dan cara lainnya.
  • Keempat, marketer memberikan banyak nilai manfaat kepada calon customer lewat informasi dan edukasi. Sedangkan pada marketing tradisional marketer tidak banyak atau jarang memberikan nilai manfaat.
  • Kelima, proses marketing melekat atau terintegrasi dengan proses yang disukai prospek, seperti menggunakan facebook, youtube, atau surfing di website. Sedangkan proses pada marketing tradisional bersifat menginterupsi kegiatan yang disukai prospek. Seperti jeda iklan saat mereka menonton film atau pertandingan olah raga di TV.

Nah kita sudah tahu sekarang apa perbedaan content marketing dengan marketing cara tradisional. Mungkin Anda juga bertanya-tanya seberapa efektif content marketing menghasilkan penjualan?

Jawabnya sangat dahsyat! Content marketing saat ini telah bernilai 300 Milyar Dollar lebih. Dan lebih dari 90% bisnis telah mengadopsi strategi ini.

Penggunaan content marketing juga membuat biaya marketing 60% lebih murah dibanding marketing tradisional. Walaupun lebih murah tapi ternyata leads yang dihasilkan bisa 3 kali lipat dibanding marketing tradisional.

Untuk pemilik bisnis usaha kecil menengah, bisnis rumahan, bisnis online, penggunaan blog bisa menghasilkan 120% leads lebih banyak dibanding UKM tanpa blog.

Nah, apakah Anda belum yakin dengan content marketing?

One thought on “Content Marketing Dan Mengapa Harus Menerapkannya Di Tahun 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *