Content Marketing: 5 Kesalahan Para Pemula di Dunia Internet dan Bagaimana Strategi Mengatasinya

“Content marketing tidak ada hasilnya, hanya bakar uang saja!”

Anda pernah mendengar kalimat itu? Atau Anda sedang merasakannya?

Content marketing sudah jadi mantra sakti untuk meningkatkan penjualan. Di mana-mana perusahaan besar dan kecil, rumah produksi, toko, warung, hingga penjual kaki lima meyakini content marketing bisa membuat penjualan mereka meroket.

Bernarkah begitu? Lalu, mengapa banyak orang yang gagal dan upaya marketing mereka tidak menghasilkan apa-apa. Artikel ini akan membahas ada 5 sebab utama mengapa content marketing gagal.

Sangat sedikit bisnis yang faham bagaimana menjalankannya apalagi punya strategi yang baik.

 

1. Tidak punya strategi yang jelas
Banyak bisnis yang menyadari pentingnya content atau internet marketing. Tapi sangat sedikit bisnis yang faham bagaimana menjalankannya apalagi punya strategi yang baik. Akibatnya banyak bisnis yang membuat dan menyiarkan kontent dengan asal-asalan.

Karena itu, bangunlah tim internet marketing Anda dan buatlah strategi yang jelas.

2. Tidak membuat Ideal Customer Avatar
Ideal customer avatar sering juga disebut buyer personal adalah gambaran sasaran marketing kita. Bagaimana mungkin Anda menembak sasaran dengan tepat kalau tidak punya gambaran yang jelas mana target Anda itu.

Apa yang akan terjadi kalau kita tidak punya gambaran target? Kita akan menembak ke segala penjuru, tanpa arah, dan tanpa sasaran. Begitu juga kalau dalam content marketing tidak ada ideal customer avatar yang kita sasar.

3. Mengabaikan Customer Journey
Ini juga adalah bentuk kesalahan paling sering dalam internet marketing. Semua konten diberikan kepada audiens tanpa memilah sedang tahap apa mereka dalam sales funnel. Padahal, untuk mendapatkan hasil dari content marketing yang paling maksimal kita harus membuat peta perjalanan buyer.

Ingat seseorang membeli akan melalui tiga tahapan, yaitu: awareness – consideration – decision. Buatlah peta dari 3 tahapan itu sesuai dengan produk Anda. Mulai dari dia mengunjungi website atau akun media sosial kita hingga menjadi pembeli. Konten yang kita buat harusnya sesuai dengan tahapan perjalanannya tersebut.

4. Tidak Punya Customer Empathy Map
Emphaty map adalah grafik yang dikembangkan untuk memetakan apa yang dirasakan, apa yang dilihat, apa yang didengar, dan apa yang dipikirkan customer. Tanpa peta itu maka kita akan kehilangan arah dalam membuat content. Kita tidak tahu apa yang sudah dipikirkan customer, apa yang mereka dengar, apa yang mereka rasakan, dan hal lainnya. Akibatnya konten yang kita buat tidak beresonansi dengan mereka.

5. Memakai Channel Yang Salah
Bagaimana mungkin kita mendapatkan penjualan yang banyak kalau kita tidak menemukan customer. Lho kok bisa gak ketemu? Misalkan target customer kita menghabiskan waktunya di Facebook sementara kita sibuk di Youtube. Pastinya konten kita tidak akan bertemu mereka bukan? Karena itu pelajarilah kebiasaan calon customer kita. Di mana mereka menghabiskan waktu? Di mana mereka berada? Disitulah seharusnya upaya pemberian content kita maksimalkan.

 

Setelah membaca artikel di atas, jangan-jangan Anda mulai berpikir content marketing itu terlalu sulit! Memang content marketing tidak mudah, tapi hasilnya sangat sepadan. Bila content marketing Anda sudah pada track yang benar maka dia ibarat mesin uang yang bekerja 24 jam sehari 7 hari seminggu tanpa henti.

Karena itu sempurnakan terus strategi content marketing Anda. Perbaiki setiap kesalahan yang muncul. Anda pasti akan mendapatkan manfaat yang luar biasa dari content marketing itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *