5 Prospek Paling Mudah untuk Menjual, Terutama Bila Anda Baru Memulai Bisnis

Image Source: https://c1.staticflickr.com

Siapapun yang baru mulai membuat produk, membuka toko, atau menjual barang, umumnya kesulitan mencari pembeli. “Saya sulit menemukan prospek untuk ditawari produk saya” atau “Saya tidak punya banyak kenalan untuk jadi prospek,” begitulah ungkapan mereka yang baru memulai menjual.

Padahal itu tidak perlu terjadi, peluang untuk menjual ada di mana-mana. Setiap orang butuh sesuatu untuk di beli. Termasuk dalam potensi itu adalah keluarga, teman dekat, teman kerja, saudara dan seterusnya.

Pertanyaan dalam hati para penjual pemula, bahkan yang senior, “Bagaimana saya bisa tega menjual produk pada keluarga saya sendiri.” Begitu juga pertanyaan dari kerabat yang ditawari produk: “Kok kamu tega, masa aku juga diprospek?” Pernah dalam situasi seperti ini?

Ini satu pertanyaan penting yang perlu kita jawab serius karena dua alasan. Pertama kalau kita yakin produk kita bermanfaat, mengapa ragu memberikan manfaat itu kepada teman dekat kita? Mengapa kita tidak ingin membuat kerabat dekat kita mendapatkan manfaatnya?

Kedua, kalau tidak yakin pada manfaat produk, mengapa kita masih ingin menjual produk itu pada siapapun? Bukankah menjual produk yang tidak bermanfaat kepada siapapun, sangat tidak terpuji?

Kalau keraguan menjual produk pada keluarga, sahabat, kerabat dekat, teman kerja masih muncul di pikiran kita, sepertinya ada yang salah pada kita atau produk yang kita jual.

Teman saya, seorang direktur marketing, justru melakukan test pertama penjualannya pada kerabat terdekatnya. Mengapa? Karena kalau produknya bermanfaat baik, maka dia ingin kerabat terdekatnya lah yang pertama mendapatkannya. Sementara, kalau ada cacat pada produknya, si direktur marketing mengharap kerabatnya akan bicara jujur sehingga dia dapat memperbaiki kualitas produknya.

Bagaimana dengan Anda? Setelah Anda yakin bahwa menjual kepada keluarga, kerabat, dan teman dekat pantas dan perlu dilakukan, berikut 5 ide kepada siapa kita dapat menjual untuk pertama kali.

  1. Menjual kepada keluarga inti. Termasuk dalam lingkungan ini adalah ayah, ibu, kakak, adik.
  2. Menjual kepada keluarga besar. Termasuk dalam lingkungan ini adalah kakek, nenek, ayah, ibu, kakak, adik, paman, bibi, om, tante, dan keponakan.
  3. Menjual kepada keluarga besar dari keluarga kita. Termasuk dalam lingkungan ini adalah keluarga besar dari kakek, keluarga besar dari nenek, keluarga besar dari ayah, keluarga besar dari ibu, keluarga besar dari om dan tante, keluarga besar dari kakak atau adik ipar, keluarga besar dari keponakan. (Daftarnya akan makin besar lagi kalau diteruskan…tapi Anda sudah dapat idenya kan?)
  4. Menjual kepada teman-teman dekat, dari sekolah, dari alumni, dari pekerjaan, dari kantor lama, dari kompleks rumah dan seterusnya.
  5. Menjual kepada temannya atau keluarga teman dekat kita. Sebagai contoh: teman satu masjid atau gereja dari teman sekolah kita, teman main tenis dari teman kerja kita, teman anggota tim dari teman kantor kita, keluarga teman main bola kita, orang tua teman grup FB kita. Dan seterusnya.

Setelah melihat daftar di atas, ternyata banyak sekali potensi prospek penjualan kita bukan? Sekarang tergantung kita, apakah kita yang akan menawarkan produk yang kita tahu manfaat baiknya kepada mereka. Atau, ada orang lain yang akan menawarkan kepada mereka.

 

Action!

Buatlah daftar nama-nama dari tiap kelompok kenalan Anda sesuai nomor 1 sampai 5 di atas. (Anda akan kaget dengan betapa banyaknya potensi nama untuk menjadi prospek penjualan Anda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *