Strategi Pemasaran: 5 Alasan Prospek Belum Membeli

5 Alasan Prospek Tidak Membeli

Sebagian besar artikel atau seminar motivasi membahas tentang strategi pemasaran bagaimana agar orang mau membeli produk kita. Jarang sekali ada pembahasan mengapa orang tidak membeli dari kita.

Sumber image: http://tinybuddha.com/

Padahal, dengan mengetahui mengapa orang tidak membeli dari kita sangat penting. Dengan mengetahui mengapa orang tidak membeli, kita dapat memperbaiki strategi pemasaran dan meningkatkan akhirnya meningkatkan nilai penjualan kita.

Ada 5 sebab utama mengapa orang belum membeli dari kita (Zig Ziglar), yaitu: (1) tidak memerlukan produk kita, (2) tidak punya uang yang cukup, (3) tidak ada urgensi untuk membeli sekaranga, (4) tidak ada keinginan, dan (5) tidak percaya dengan Anda. Kelima kondisi tersebutlah yang paling banyak menjadi sebab mengapa orang mengatakan tidak pada penawaran kita.

Bagaimana Mengubah Strategi Pemasaran Untuk Mengatasinya?

Lalu apakah kita orang sales berhenti berusaha bila setiap propek mengatakan tidak? Apakah kita bisa mengubah kata tidak untuk penawaran kita menjadi ya? Bagaimana kita bisa meningkatkan keberhasilan cara menjual kita?

Inilah yang harus kita masukkan dalam strategi pemasaran kita.

Pengalaman ini kami dapat dari lapangan saat menjalankan strategi pemasaran adalah, sekali konsumen mengatakan tidak mereka tetap akan mengatakan tidak. Kecuali, mereka punya informasi baru untuk mengatakan ya pada produk Anda dan siap membeli. Ya, keputusan baru hanya mereka lakukan kalau ada dasar informasi baru.

Jadi setiap prospek mengatakan tidak pada penawaran kita, harus diartikan dia belum cukup memiliki informasi atau dasar untuk mengatakan ya.

Berikan Penjelasan Untuk Mengubah Pandangannya, Bukan Berdebat!

Berikanlah penjelasan lebih lanjut, mengapa prospek membutuhkan produk kita, mengapa mereka harus membeli sekarang, mengapa mereka perlu memprioritaskan dana mereka untuk membeli produk ini, dan mengapa mereka akan ingin membeli dari kita.

Ingat! Kita harus memberikan penjelasan yang lebih lengkap bukan berdebat.

Setiap industri atau produk memiliki informasi, fakta, data, dan cerita untuk memberikan dasar bagi prospek mengatakan ya pada penawaran.

Pada strategi pemasaran produk properti yang kami jual, prospek yang semula mengatakan tidak memiliki uang cukup. Mereka juga merasakan harga unit kami terlalu mahal.

Dalam proses penjelasan tentang produk properti tersebut prospek tidak mengubah pendapatnya sampai kami menjelaskan satu hal. Yaitu bahwa dalam beberapa tahun lagi datang pembangunan stasiun LRT akan selesai. Dengan informasi baru itu, tiba-tiba dia dapat melihat potensi keuntungan bila dia membeli properti itu sekarang.

Akhirnya, prospek segera melakukan closing. Ya, setelah 1 informasi baru yang tepat.

Hal yang mirip juga pernah terjadi pada Ani, seorang consultant pada suatu MLM. Dia memiliki prospek yang sudah beberapa hari maju mundur untuk melakukan closing.

Pada satu hari, si prospek menghubungi Ani dan menyatakan siap melakukan closing.

Informasi apa yang mengubah sikapnya, yang semula ragu kemudian menjadi yakin? Pada hari itu, Ani memposting foto temannya yang bergabung 3 bulan lalu dan telah mendapatkan bonusnya.

Informasi inilah yang meyakinkan si prospek untuk bergabung dengan bnis MLM yang ditawarkan.

Pelajarilah kondisi, informasi, fakta, atau story yang menjadi penentu keputusan prospek pada industri atau produk Anda.

Begitu Anda menemukan hal yang menjadi tombol on tersebut, Anda akan mudah untuk menggunakannya berulangkali dalam setiap proses closing.

Menggunakan Content Marketing untuk Mengatasi Penolakan!

Salah satu metode untuk meningkatkan kekuatan strategi pemasaran juga adalah dengan menggunakan content marketing. Dengan content marketing, Anda bisa mengantisipasi penolakan, bahkan sebelum terjadi. Lebihn lanjut tentang content marketing dapat dibaca di link ini http://marketingsupercamp.com/matinya-marketing-dan-lahirnya-content-marketing/.

(Materi Training ini Disampaikan Pada Sesi Strategizing Riscon Group Tahun 2017)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *